Asas-asas Umum Peradilan Yang Baik

Penerapan Asas retroaktif

Dari sisi pengetahuan hukum, asas retroaktif dapat diberlakukan secara rigid dan darurat limitatif, artinya apabila negara dalam keadaan darurat (abnormal) maka pemerintah harus menerapkan prinsip-prinsip hukum darurat (abnormaal recht), karena itu penempatan asas ini hanya bersifat temporer, jika jika kondisi negara sudah normal maka asas retroaktif tidak diberlakukan lagi. Dalam penerapan asas retroaktif harus memerhatikan prinsip-prinsip hukum universal sehingga tidak terkontaminasi dengan unsur-unsur yang dapat dikategorikan sebagai abuse of power.

Asas Persamaan di Mata Hukum
Setiap orang mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum. Ini adalah salah satu asas peradilan yang merdeka dan fair yang berlaku secara universal. Asas ini merupakan larangan terhadap perlakuan diskriminatif baik berdasarkan suku, agama, kebangsaan, mapun berdasarkan
kedudukan atau jabatan. Aparat peradilan tidak diperbolehkan berlaku diskriminatif terhadap siapa pun yang mencari kedilan.

Aasa Persidangan yang terbuka untuk umum
Asas persidangan yang terbuka untuk umum sangat menunjang kemandirian kekuasaan kehakiman. Asas persidangan yang terbuka untuk umum bertujuan untuk menjamin para pencari keadilan untuk mendapatkan akses informasi terhadap jalannya persidangan. Untuk itu bukan berarti setiap orang harus datang ke persidangan untuk mengetahui jalannya persidangan, tetapi masyarakat dapat memperolehnya dari media massa dan sebagainya. Karena itu pengadilan harusmenjamin akses media massa meliput persidangan. Asas ini memberikan kontrol publik
terhadap putusan-putusan pengadilan

Asas Perlindungan korban dan saksi

Asas ini terkadang terabaikan. Perlindungan saksi dan korban adalah merupakan persoalan penting dalam setiap kasus kejahatan. Urgensi atas perlindungan saksi dan korban ini
adalah karena jenis kejahatan yang terjadi dan pelaku yang selalu mempunyai kekuatan
dan sumber daya yang luar biasa untuk melakukan upaya-upaya intimidasi dan
tekanan kepada korban maupun saksi.

Internasional Criminal Court, secara lengkap mengatur tentang perlindungan korban dan saksi dan menyaratkan adanya suatu unit khusus untuk menangani persoalan saksi dan korban.

Kesimpulan dan Rekomendasi
Bersadarkan pada uraian diatas dapat disimpulkan bahwa persidangan yang ada saat ini belum memenuhi standar persidangan yang adil dan tidakmemihak, seperti tidak terpenuhinya asas persamaan di depan hukum, tidak terpenuhinya asas peradilan yang terbuka untuk umum, dan tidak adanya perlindungan yang memadai terhadap saksi dan korban. Tidak terpenuhinya asas-asas kekuasaan kehakiman yang merdeka.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: